|
| |||
| Visi dan Misi |
|
Maka kepedihanku akan berkurang, kesepianku! Oh Tuhan, tidak adakah seorang pun yang mendengarkan? (Seneca - Abad 4 SM) Kata-kata di atas, walau sudah berumur 24 abad lebih masih sangat relevan untuk saat ini. Diperkirakan lebih dari 95% penduduk di dunia ini kesulitan mencari orang yang mau sungguh-sungguh mendengarkan mereka. Hal ini jarang mendapatkan perhatian karena dampaknya baru kelihatan dalam jangka panjang. Bicaralah pada orang yang gagal dalam perkawinannya. Bicaralah pada para penghuni penjara. Bicaralah pada orang yang berusaha beberapa kali melakukan bunuh diri. Maka kita akan mendengar tema yang hampir sama:
"Tidak ada komunikasi dalam perkawinan kami..." Intinya hanya satu: KITA SEMUA MEMBUTUHKAN ORANG YANG BERSEDIA MENDENGARKAN. Sebenarnya bukan hanya mendengarkan, tetapi MENDENGARKAN TANPA MENGHAKIMI. Kita semua adalah orang yang rapuh. Kita membutuhkan seseorang yang dapat kita ceritakan tentang masalah-masalah pribadi kita, seseorang yang dapat mengatakan pada kita, "Saya mengerti perasaanmu dan saya menerimamu apa adanya." Berdasarkan latar belakang di atas, maka kami memutuskan memulai program ini. Program ini akan mengumpulkan sebanyak mungkin sobat yang bersedia menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi atau pun memberi nasihat yang tidak diminta. Hanya mendengarkan dengan empati. Dalam jangka panjang, program ini akan diperkenalkan di negara-negara lain. Ada pun visi dan misi kami adalah: Visi Pada tahun 2025, kami akan menyediakan teman bicara yang bisa menjangkau 100% penduduk di negara berkembang dan 50% penduduk di negara belum berkembang. Misi
Kami menyadari bahwa visi dan misi yang kami emban menyediakan tantangan yang cukup besar untuk ditaklukkan. Sebab itu, kami mengajak Anda sekalian untuk ikut membantu mewujudkan visi dan misi ini. Bersama-sama kita bisa melakukannya! |
|
|